sejarah SMK N 1 Batam

Jumat, 11 Februari 2011
SEJARAH




Batamindo Industrial Park Sejak awal tahun 80-an Batam telah dikembangkan menjadi sebuah kota industri baru. Sebagai kota industri kebutuhan akan tenaga professional khususnya pada tingkat keahlian menengah (teknisi) terus meningkat. Pada saat itu sangat sulit untuk mendapatkan tenaga kerja dari pulau Batam sendiri, sementara industri terus berkembang dengan pesat. Untuk menjawab tantangan tersebut maka pada tanggal 16 Mei 1997, berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan No. 107/0/1997 didirikanlah sekolah menengah kejuruan negeri pertama di kota Batam, yaitu SMK Negeri 1 Batam dengan nomor statistik sekolah 321 096 102b 001.
SMK negeri 1 Batam yang memiliki luas lahan sekitar 5 Ha, pada saat pertama kali berdiri memiliki 3 Program Keahlian, yaitu Teknik Elektronika Industri, Teknik Listrik Industri dan Teknik Pemesinan. Pada tahun 2004, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang teknik informasi, maka dibukalah program keahlian Teknik Informatika dengan bidang keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Dua tahun kemudian, menyusul program keahlian Mekatronika, yang merupakan disiplin ilmu gabungan mekanik dengan elektronika. Program keahlian ini didirikan untuk mengakomodir kebutuhan industri dibidang otomasi, hidrolik dan Pneumatik.
Untuk menghasilkan lulusan yang kompoten dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri, pada tahun 2007 SMKN 1 Batam bekerja sama dengan PT. Scheneider Electric, sebuah perusahan asing (Perancis) membuka kelas khusus untuk jurusan listrik industri dan kelas ini dinamakan kelas industri.
Sampai saat ini, di SMK negeri 1 Batam telah terjadi 4 kali pergantian kepemimpinan (kepala sekolah), yaitu:
  1. Drs. Zarefriadi (1997 – 2001)
  2. Drs. Saad (2001 – 2002)
  3. Drs. Muslim Bidin, M.M. (2002 - 2005)
  4. Drs. Suradi, MT. (2005 - Feb 2008)
  5. Drs. Jonizar Djabar (Maret 2008 – sampai sekarang)
Untuk mewujudkan visi dan misi sekolah, kepala sekolah dibantu oleh 5 wakil kepala yang terdiri dari:
  1. Wakil Kepala bidang kurikulum
  2. Wakil Kepala bidang Kesiswaan
  3. Wakil Kepala bidang Humas dan DUDI
  4. Wakil kepala bidang Sarana, dan
  5. Wakil kepala bidang Sistem Manajemen Mutu.
Selain itu, untuk memastikan semua aktivitas PBM dan sarana pendukung berjalan dengan baik dan lancar di setiap program keahlian, maka kepala sekolah juga dibantu oleh 5 orang kepala program (Kaprog), yang terdiri dari Kaprog Teknik Elektronika Industri, Listrik Industri, Teknik Pemesinan, Teknik Informatika dan Teknik Mekatronika serta 8 koordinator yang terdiri dari Koordinator TU, PLH, ICT/SAS, Perpustakaan, UKS, Lab. komputer, lab. Bahasa, dan lab. Fisika/Kimia

0 komentar:

Posting Komentar